Optika yang merupakan ilmu yang mempelajari tentang cahaya. Optika dibagi menjadi dua studi pembahasan diantaranya : optika geometris dan optika fisis. Optika geometris mempelajari mengenai, pemantulan, pembiasan, dan disfersi cahaya.
Optic geometri menyatakan cahaya yakni garis-garis lurus yang dibelokan pada permukaan yang merefleksikan cahaya atau yang merefraksikan cahaya. Tetapi banyak aspek perilaku cahaya yang tidak dapat difahami berdasarkan sinar sedangkan secara fundamental cahaya adalah gelombang dan dalam beberapa situasi kita harus meninjau sifat-sifat gelombangnya. Apabila seseorang melihat sesuatu atau benda, maka mata harus menangkap beberapa dari sinar cahaya yang menyebar dari benda tersebut dan kemudian diarahkan kembali ke dalam retina di bagian belakang mata.
Sistem penglihatan manusia, dimulai dengan retina dan berakhir dengan korteks penglihatan di bagian belakang otak, secara otomatis dan secara bawah sadar memproses informasi yang diberikan oleh cahaya. Sistem ini mengidentifikasikan sisi, arah, tekstur, bentuk, dan warna, kemudian secara cepat membawa ke alam sadar seseorang ke sebuah bayangan reproduksi yang diturunkan dari cahaya dari benda.
Sehingga, seseorang dapat mengenali benda berada dalam arah di mana sinar cahaya datang dan pada jarak yang tepat. Sistem penglihatan manusia berjalan melalui proses dan pengenalan ini meskipun sinar cahaya tidak datang secara tidak langsung dari benda, tetapi sebagai gantinya memantul menuju ke mata dari cermin atau membias dari lensa di dalam sepasang teropong. Tetapi, benda yang dilihat seseorang dalam arah di mana sinar cahaya datang setelah dipantulkan atau dibiaskan, dan jarak yang dirasakan sedikit berbeda dari jarak benda yang sebenarnya.
Apabila sinar cahaya dipantulkan kepada seseorang dari cermin datar standar, benda tampak berada di belakang sermin karena sinar-sinar yang seseorang tangkap berasal dari arah itu. Tetapi tentu benda tidak berada di belakang. Jenis bayangan ini, yang disebut bayangan maya, yang sebenarnya hanya ada di dalam pikiran, meskipun begitu dikatakan ada di lokasi yang dirasakan. Berbeda dengan bayangan maya, bayangan nyata berbeda dalam hal bahwa bayangan itu dapat dibentuk pada suatu permukaan, seperti sebuah kartu atau layar film.
Keberadaan dari bayangan tidak bergantungpada bagaimana seseorang melihatnya dan dibayangan itu ada meskipun tidak dilihatnya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini menjelaskan tentang cahaya terutama sifat-sifat cahaya, pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya terutama pada lensa cekung. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam makalah ini antara lain, adalah : a.
Apakah yang dimaksud dengan optika geometris? Bagaimana sifat-sifat dari cahaya? Bagaimana Pemantulan cahaya pada cermin datar, cekung dan cermin cembung? Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ipa dasar fisika b. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan optika geometris. Untuk mengtahui bagaimana sifat-sifat cahaya.
Untuk mengetahui bagaimana pemantulan cahaya pada cermin datar, cekung dan cermin cembung. Pengertian Optika Geometris Optika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang konsep cahaya, terutama mengkaji sifat-sifat cahaya, hakikat, dan pemanfaatannya.
Optika terbagi ke dalam dua bagian yaitu Optika Geometris dan Optika Fisis. Optika Geometris merupakan optika yang membahas tentang pemantulan dan pembiasan cahaya. Cahaya datang dari benda di titik O , mengenai bidang batas dengan sudut datang i dan dibiaskan dengan sudut bias r ke titik I memenuhi hukum Snellius.
Apabila ketiga persamaan terakhir kita gabungkan dengan mengeliminasi i dan r akan diperoleh. Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan dan minimal salah satu permukaannya itu merupakan bidang lengkung. Lensa tidak harus terbuat dari kaca yang penting ia merupakan benda bening tembus cahaya sehingga memungkinkan terjadinya pembiasan cahaya.
Oleh karena lensa tipis merupakan bidang lengkung. Ada dua macam kelompok lensa :. Yaitu lensa yang mengumpulkan sinar. Lensa cembung bersifat mengumpulkan sinar di satu bidang fokus. Lensa cekung dibagi lagi menjadi tiga: 1. Untuk lensa memiliki dua titik fokus. Berkas sinar yang berasal dari O ketika melewati permukaan ABC dibiaskan sedemikian sehingga terbentuk bayangan di titik I1.
Apabila kedua persamaan dijumlahkan diperoleh :. Persamaan lensa tipis tersebut berlaku hanya untuk sinar-sinar datang yang dekat dengan sumbu utama lensa sinar-sinar paraksial dengan ketebalan lensa jauh lebih kecil dibandingkan dengan jari-jari kelengkungannya. Jarak fokus lensa f adalah jarak dari pusat optik ke titik fokus F. Bila persamaan disubstitusikan dengan persamaan maka akan didapat persamaan baru yang dikenal sebagai persamaan pembuat lensa, yaitu. Sebuah lensa cembung mempunyai jari-jari cembungnya 12 cm dan 36 cm.
Hitunglah indeks bias lensa. Optika terbagi atas dua bagian yaitu optika geometris merupakan optika yang membahas tentang pemantulan dan pembiasan cahaya, dan optika fisis merupakan cabang studi cahaya yang membahas tentang sifat-sifat cahaya, interferensi cahaya, hakikat cahaya dan pemanfaatan sifat-sifat cahaya.
Optika geometris meliputi pemantulan cahaya pementulan pada cermin datar, pemantulan pada cermin cekung dan pemantulan pada cermin cembung , dan pembiasan. Sedangkan optika fisis meliputi warna cahaya, dispirasi cahaya,interferensi cahaya, difraksi cahaya, polaritas cahaya, dan pengukuran cahaya. Dalam kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari cahaya, baik cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya lampu, maupun cahaya api. Oleh karena itu, mari kita mempelajari sifat-sifat cahaya, hakikat cahaya dan pemanfaatannya, karena cahaya sangatah penting bagi makhluk hidup.
You are commenting using your WordPress. You are commenting using your Google account. You are commenting using your Twitter account. You are commenting using your Facebook account. Beri tahu saya komentar baru melalui email. Beritahu saya pos-pos baru lewat surat elektronik.
Blog di WordPress. Beranda Tentang. Cari Cari. Twitter Facebook YouTube. Arsip Mei Maret Click here to sign up. Download Free PDF. Modul 6 Optik Geometri. Putri Syahrani. A short summary of this paper. Dengan demikian, sampai sejauh ini sesungguhnya diharapkan anda telah memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan fenomena pemantulan dan pembiasan cahaya, termasuk mengenai pembentukan bayangan karena pemantulan dan pembiasan cahaya pada cermin dan lensa.
Pembentukan bayangan sebagai hasil dari fenomena pemantulan dan atau pembiasan cahaya merupakan bagian dari gejala optika yang paling banyak dimanfaatkan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia ilmu pengetahuan. Mulai dari pengamatan jasad renik yang tak terlihat oleh mata telanjang dengan menggunakan mikroskop, pengamatan benda-benda kecil dengan menggunakan lup, pengamatan benda-benda jauh dengan teropong bumi, sampai dengan pengamatan benda-benda langit dengan menggunakan teropong bintang jenis bias atau teropong bintang jenis pantul merupakan sebagian contoh pemanfaatan peristiwa pembentukan bayangan it Dalam kegiatan belajar 1 ini anda dapat mempelajari kembali dan melakukan percobaan mengenai pembentukan bayangan oleh cermin termasuk di dalamnya mengenai lintasan sinar, hubungan antara jarak benda, jarak bayangan dan jarak fokus cermin, terutama cermin cembung.
Pembentukan bayangan oleh cermin merupakan gejala yang dihasilkan oleh karena adanya pemantulan cahaya oleh cermin yang sudah tentu memenuhi hukum-hukum pemantulan, yaitu : - sudut datang sama dengan sudut pantul - sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
Sinar paraksial adalah sinar yang berada sangat dekat dengan sumbu utama cermin, sejajar dengan sumbu utama dengan jarak sangat kecil, atau berpotongan dengan sumbu utama dengan sudut yang sangat kecil. Untuk mlebih jelasnya silakan anda pelajari satu persatu mengenai pembentukan bayangan oleh cermin datar, pembentukan bayangan oleh cermin cekung dan pembentukan bayangan oleh cermin cembung yang akan dikemukakan secara berurutan berikut ini.
Perbandingan sinus sudut datang dan sinus sudut bias pada dua medium tertentu merupakan bilangan tetap. Sinar datang melalui fokus di depan 2. Sinar datang menuju titik fokus di lensa dibiaskan sejajar sumbu utama. Sinar datang menuju pusat lensa 3. Sinar datang melalui pusat len- diteruskan tidak dibiaskan. Dibantu dengan lensa cekung. Tidak bisa melihat jauh dan juga tidak bisa melihat dekat, dibantu membentuk bayangan dengan menggunakan lensa bifokal.
Teropong ini menggunakan 2 buah prisma siku-siku sama Teropong Bintang kaki untuk menggantikan fungsi lensa pembalik.
Kedua prisma disusun bersilang satu sama lain. Teropong Bumi Teropong Panggung Pada teropong bumi, perlu ditambah Teropong panggung pertama kali dibuat oleh Galileo satu lensa lagi yang berfungsi sebagai Galilei.
Oleh karena itu, teropong panggung juga dinamakan pembalik bayangan.
0コメント